I've NEVER led a PERFECT life . There have been UPS and DOWNS , and there were times when SUPERFICIAL people tried to BREAK me .. Blog ini bersifat Universal .. If anyone we're offended by my words , a thousand apologize .. But again.Its my blog and my right to say anything .. A THOUSAND THANK YOU FOR THOSE WHO ARE VISITING MY BLOG ..

MAAF , KERANA BLOG INI MENGGUNAKAN LOGHAT SABAH ..

Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

BUAT MU SAHABAT KU



Disaat kita bersama-sama berjalan
Banyak cerita yang kita ukir bersama
Keceriaan, gelak-tawa serta riang canda
Semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang ada
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat masa berlalu
Berlari seolah tak mahu berhenti

Kenangan-kenangan itu terasa tat kali kita pergi
Pergi meninggalkan semua kegembiraan yang melenakan
Satu persatu kenangan itu diputar kembali
Senyum saat terlintas di mata kegembiraan yang lalu

Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Kenapa tak selalu mengikutiku kemana ku pergi?
Bila kebahagiaan ini akan kembali semula?
Adakah kita akan tetap seperti ini?

Sahabat...
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tat kala kita lalui semuanya bersama

Banyak perkara yang pernah terjadi
Semua kita lalui dengan segala kekurangan yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga gembira, hormat dan sayang

Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Tuhan?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri ..

Buat mu sahabat Ku,
Terima kasih kerana sudi berkampung di hati ku
Menemani ku tika sedih,
Membuat ku gembira tika ku berduka..

Ya, Tuhan.. Lindungilah mereka yang ku cintai ..

KINI AKU TELAH KEHILANGAN MU



Senyumlah Saat Engkau Mengingati Ku,
Kerana Di Saat Itu, Aku Sangat Merindukanmu,
Dan Menangislah Bila Kau Merindukanku,
Kerana Di Saat Itu Aku Tidak Berada Di Sisi Mu,
Tetapi,
Pejamkanlah Mata Sayu Mu Itu,
Kerana Saat Itu, Aku Akan Terasa Berada Di Sampingmu Mu,
Kerana Aku Telah Berjanji Untuk Ada Di Hati Mu Selamnya,
Kini,
Tiada Apa Lagi Yang Tersisa Untuk Ku,
Selain Kenangan-Kenangan Yang Indah Bersamamu,
Keikhlasan Hati Yang Dengannya Aku Mampu Merasa Kemanisan Cinta Kita,
Keikhlasan Hati Yang Dahulu Adalah Miliku,
Dan Kini Terasa Semuanya Begitu Jauh Meninggalkan Ku Disini,
Kehidupan Terasa Kosong Tanpa Kemanisan Cintamu Mu,
Hati, Cinta Dan Rinduku Adalah Milikmu Selamanya,
Cinta Mu Tak Kan Pernah Membebaskan Ku Pergi,
Bagaimana Mungkin Aku Terbang Mencari Cinta Yang Lain,
Di Saat Sayap-Sayap Ku Telah Patah Kerana Kehilangan Cinta Mu,
Cinta Mu Akan Tetap Tinggal Bersama Ku,
Walaupun Jasadmu Telah Melangkah Jauh Dari Hatiku,
Hingga Akhir Hayat Ku Dan Setelah Kematian Ku,
Aku Akan Menanti Meskipun,
Sehingga Takdir Tuhan Menyatukan Kita Kembali,
Dan Menghangatkan Perasaan Ku Yang Sunyi Lagi Sepi,
Aku Tak Kan Pergi Mencari Cinta Lain Selain Cntamu,
Kerana Mereka Tidak Setanding Oleh Hebatnya Diri Mu Dalam Jiwaku,
Kau Tak Akan Ada Pengganti,
Bagai Pecahan Logam Mengekalkan Kesunyian Dan Kesedihan Ku,
Kini Aku Telah Kehilangan Mu..



PLEASE ! CLICK ME

AKU HANYA MAMPU MEMBISU..



AKU HANYA MAMPU MEMBISU

saat terindah,
saat kami bersamamu,
begitu lelapnya kami pun terbuang,
segenap hati kecik kami luluh lantak di pelukanmu,
yang akan dahagakan kasih sayangmu,
sungguh ku tak terdaya untuk meredam kepedihan hati ini sendirian,
untuk merelakan keinginanmu,
tunduknya seorang aku, bagai dirantai,
duduk di satu sudut mnyepikan diri,
airmata mengilai mendengar kabar memilukan,
aku hanya mampu membisu,
sebagai anak kecil yang harus patuh pada perintah..
segenap hatiku luluh karam menelan kepedihan dan kesedihan,
engkau ibu kami, engkau ratu kami,
duduk lah di pasung itu sambil memerhatikan kami,
jangan pergi meninggalakan kasih yang terjalin suci..



(-,-)


Video Ni, Tersangat2 Menyentuh Hati, Sobsss...




p/s: Puisi Ini Cuma Luahan Hati..

[puisi] DIA LUPA JANJI…


Angin Yang Menderu,
Menyapa Halus Mulus Kulitku,
Seolah Faham Akan Keretakan Hati Kudus Ini,
Ombak Yang Membadai,
Melakar Indah Seni Yang Prejudis,
Seolah Menagih Janji Sebuah Kebahagiaan Duniawi,
Langit Yang Berselerak,
Bak Bayangan Hati Yang Kabur,
Unggas Menyapa Kulit,
Menuai Hasil,
Meninggalkan Kesan Yang Mendalam,
Entah Apa, Ntah Siapa,
Mentari Bersiulan,
Bak Gempita Sedang Bertabuh,
Gemuruh Jiwa Semangat Membara,
Terus Bercerita Di Hujung Lidah,
Kaku Lidah Membisu,
Satu Jiwa Dua Hati,
Angan Ku Musnah Di Mamah Janji Yang Tak Sudah,
Impianku Berderai Di Hempap Dusta Nestapa,
Didustai Kasih, Terlerai Janji,
Dia Mungkir Janji..

JIKA AKU TAK BANGUN PAGI


Jika ku tak bangun esok pagi,
sayangku kau jagalah diri,
sentiasa ingatkan hati,
dirimu amat ku cintai.
andainya dihimpit kesusahan,
sujud dan mohon pada tuhan,
agar diberikan bimbingan,
meniti hidup bersendirian.
bila terasa sejuk,
pejamkan mata,
bayangkan dalam dakapanku,
bila terasa rindu,
pejamkan mata,
kita bersua dalam lena.
kalau ada yang sudi mengganti,
sayang lepaskanlah ku pergi,
kerana insan yang seistimewamu,
berhak untuk dicinta dalam hidup.
sayang tiada apa yang kekal di dalam
dunia ini,
namun yang pasti,
walaupun ku tiada nanti,
cintaku akan kekal abadi.
ku berharap kau tak akan lupa,
mengirimkan bekalan doa,
kita jumpa lagi di sana nanti,
jika ku tak bangun esok pagi



Penulis: SINI

[puisi] HATI YANG LUKA


Coretan semalam telah berlalu,
sayu dingin angin menghembus kelopak mata jernih ku,
sejarah yang terpahat kian pudar,
indah nama mu di hati,
tapi sayang bukan setulus cinta yang mulus,
ku selami dasar hatimu,
ku renangi lara mu,
sejuta kebahagiaan ku beri,
seribu keperitan ku tanggung,
lara jiwa cintaku,
tika engkau nodai hati,
engkau dustai kasih,
kini ku pergi membawa diri,
jauh dari sudut hati,
mencari secebis kebahagiaan pada yang mengerti,
pada mu ku doa, moga kebahagiaan selalu jadi milik hatimu,
usaj merintih sedih lagi,
buang segala duka,
ukirlah cerita baru bersamanya,
unulah citra cinta remaja kita,
engkau berjanji, engkau memungkiri,
hati ku serik oleh mu,
kini, izinkan lah ku pergi membawa diri,
mengubat lara dan luka di hati..

RINDU PADANYA


Rindu aku pada cintanya yang tulus,
Rindu kasihmu yang syahdu,
Rindu belaian lembut halusnya kulitmu,
Sakit untuk ku telan,
Manis untuk ku buang,
Pahit manis cuba ku lupakan,
Berjalan seorang diri,
Memohon kepada-Nya,
Agar rindu ini luluh hanya untuk-Nya,
Betapa aku rindu pada cintanya yang semalam,
Begitu hangat membelai tubuh ku,
Hatiku berkecamuk,
Gemuruh gemalai jiwa kontang,
Sepi aku tatkala rindu ini di pukul sepi..

KESEPIAN

Beralun Mengetar Suara Alam,
Berdesik Ombak Memukul Pantai,
Memanggil Gelora Pada Sebuah Angan,
Bergetar ! Bergetar Keriangan Pasir Membuih
Tatkala Di Pukul Ombak Sepi Yang Melara,
Lara Hati Tiada Keruan,
Mengadu Pada Alam,
Sayang ! Alam Hanya Tahu Berbisik,
Berbisik Syahdu Sambil Berkejaran,
Antara Ombak Sepi Dan Ombak Rindu,
Walau Hati Sedih Menyaksikannya,
Terpaksa Jua Ku Telan Sungguh Pun Pahit Bak Hempedu,
Kerna Ku Faham,
Inilah Lumrah Alam Tatkala Pancaroba
Menggoncang Hati Yang Kesepian,
Bilamana Ombak Lara Memukul Sepi,
Sayu Jiwa Kerinduan,
Rindu Pada Sang Pencinta Yang Setia,
Yang Mana Mungkin Akan Hadir Lagi,
Pasir Berbisik, Ombak Meratapi,
Angin Menangis, Camar Tergelak,
Melihat Sang Pencinta
Menghunus Rindu Pada Alam
Yang Cuma Tahu Bermain,
Rindu… Itula Yang Ingin Ku Ungkap,
Pada Sebuah Hati Yang Sayu,
Sepi.. Itulah Yang Ingin Ku Ceritakan,
Pada Sekilas Pandangan Jiwaku,
Kosong ! Seolahnya Tiada Siapa Yang Faham ‘Suara Hatiku’
Pasir? Hanya Menunggu Masa Untuk Di Pukul,
Ombak? Hanya Berkejar Kesana Dan Kemari,
Angin? Sepoi2 Bahasa Menghiris Kulitku,
Camar? Hanya Tahu Mengilai Sayap Tanda Kemegahanya,
Laut? Hanya Menunggu Saat Untuk Di Lakar Oleh Lukisan Alam,
Tak Sanggup Ku Pendam Di Hati Kesepian Ini,
Kerana Suara Hatiku,
Tak Mampu Lagi Bersuara Untuk Menghurai Uranium Perasaanku
Yang Kini Di Lambung Ombak Rindu Dan Sepi,
Sepinya Hidup Ku Kini,
Hanya Bisa Ku Buku Dalam Hati,
Rindunya Aku Kini,
Aku Hanya Mampu Coretkan Sebagai Puisi Rinduku Di Ambang Sepi

AKU RINDU KAMU

Detik-detik yang pergi,
Rela ku lepaskan pergi,
Tak mahu ku tangguh lagi,
Tak bias merintih sedih lagi,
Tak terucap sahabat,
Walau menangis hiba sekalipun,
Kau tetap akan melangkah,
Sengara hidup menanggung rindu,
Dibasuh luka tetap berdarah,
Sahabat jiwaku masih tidak keruan,
Berbicara pada hari sendiri,
Antara percaya dan mimpi,
Pergimu yang tak kembali,
Panjang bicara tiada bertepian,
Terus bercerita kisahmu dalam memori,
Tak padam jua terkenang peristiwa,
Tika dan saat lalu,
Manis dan pahit tak terasa,
Bila sepi mengundang,
Rindu itu atang betamu,
Dating membawa kepayahan yang pasti,
Mengharap kepulanganmu,
Aku rindu kamu SAHABAT !

SEPI SEORANG PERINDU

Dalam meniti kalimah mu yang terakhir,
Mengalir airmata membasahi pipi,
Membanjiri bumi yang fana,
Sayu dan pilu terus menyelubungi
Lubuk hati yang suram dam kelam,
Aku yang disini dan akan terus disini,
Berdiri sebagai sepi seorang perindu,
Mencari ilham untuk dicoretkan,
Hilsng dsn pergi mu sahabat,
Yang tak mungkin berganti,
Menjadi lambing persahabatan yang luhur,
Menjadi satu kenangan yang abadi,
Sesuatu yang tak pernah terduga,
Mendatangi diri,
Hadirmu seketika cuma,
Tapi pergi mu,
Membawa berita, cerita & derita yang memedihkan.

AKU MASIH DISINI

Aku masih disini,
Dan akan terus disini menunggu bersama secebis harapan,
Sesuatau yang tak kunjung tiba,
Mencari makna sketsa sebuah kehidupan
Di alam remaja yang melalaikan,
Aku masih disini,
Berlari dan terus mendaki
Mengagahi perjalanan ini,
Dengan harapan dan impian yang kian hampar,
Mengejar keindahan di depan mata,
Umpama syurga duniawi,
Betapa kerdilnya aku untuk menggahi pencarian ini,
Namun kuteruskan jua,
Sungguhpun ku kan kehausan dan kegersangan
Di dada awangan ini..

SAHABAT

Tatkala sepi menggamit hati,
Dicengkam rindu ini,
Resah nan pilu menghampiri,
Melayab hati nan lara,
Kau hadir membawa cahaya,
Menceriakan suasana,
Mengubat duka nestapa,
Memecah kesunyiaan,

Sahabat,
Ketika aku sendiri
Di hanyut di lambung ombak lara,
Kau hadir disisi,
Menemaniku dikala sunyi dan sepi,
Suka duka diselami,
Mencipta sejarah abadi,
Mengagahi kesayuan,
Sebagai seorang teman yang sejati,

Sahabat,
Tuhan lebih mencintai dirimu,
Engkau pergi hanya meninggalkan “salam..”
Walau hadir mu tak ku undang dan hargai,
Namun dirimu amat bermakna bagiku,
Kerana dirimu begitu berharga,
Semoga kau berbahagia di alam itu SAHABAT !

KITA TETAMU ALLAH

Di bumi ini,
Kita diibaratkan sebagai Tetamu Allah,
Jadi,
Nobatlha segala janji,
Keramatkanlah segala puji,
Ynag terpahat dalam solat,
Yang terpaku dalam zikr,
Yang tersirat dalam puasa,
Kita Tetamau Allah,
Muliakanlah segala janji,
Tinggalkanlah segala bidaah,
Hapuskanlah sengketa,
Julanglah mahkota mulia,
Agar pulangya kita menjadi Tetamu berjaya.

Erti Persahabatan

Sesekali,jadilah seorang kawan yang suka mendengar
Daripada yang hanya sukak bercerita
Ambillah masa untuk memahami hati kawan
Kerana kawan juga insan seperti kita
Yang punya hati dan perasaan
Dia juga ada rasa takut
Ada rasa bimbang, sedih dan kecewa
Dia juga punya kelemahan
Dia juga perlukan kawan sebagai kekuatanya.
Kita mungkin selalu melihat dia ketawa
Tersenyum gembira tanpa batasan
Tapi mungkin sebenarnya
Dia tidak setabah seperti yang kita sangkakan
Di sebalik senyumannya itu,
Mungkin banyak cerita sedih yang ingin di luahkan
Mungkin banyak derita hati yang ingin di lepaskan
Di sebalik ketenanganya mugkin terselit seribu keperitan
Kita tidak tahu! Kerana kita Cuma tahu bila saat dia gembira
Tetapi…. Jika kita jadi sahabatnya yang memahami,
kita mungkin akan tahu siapa dia di sebalik senyumannya...

AKU DAN TAKDIR KU

Malam Tiba Lagi,
Membawa Aku Dalam Kegelapan,
Kesuraman Dan Kesunyian,
Malam Ku Kelam Lagi,
Membawa Aku Dalam Kesepian,
Dan Kesamaran Malam Yang Gelap,
Malam Yang Suram Dan Sepi,
Meraba Aku Dalam Kegelapan,
Mencarai Mutiara Bersinar
Lagi Bermakna Untuk Penghidupan Ini,
Dengan Harapa Dan Impian,
Membawa Sekeping Hati Kepada
Kebenaran Dan Kesabaran,
Malam Yang Dingin Lembut Angin
Berhembus Sayu Berlagu Pilu,
Lantas Menyapa Kulitku Seolah Faham
Perasan Hati Yang Meronta,
Malam Yang Kelam,
Meraba Aku Dalam Kegelapan,
Mencari Dan Tercari
Umpama Bola Yang D Sepak
Kesana Dan Kemari Tanpa Arah,
Akhirnya Aku Sujud Pada Takdir,
Takdir Penentu Masa Hadapan,
Betapa Kerdilnya Aku D Sisi Mu Ya
Allah....